Minggu, 16 November 2025

Panen Juara Lomba Untuk Almamater Tercinta

 SMP Negeri 2 Pejagoan Berselancar Dalam Berbagai Lomba


Juara 2 Lomba Bola Voli Putri HUT PGRI Cabang Pejagoan

Juara Catur Putri HUT PGRI Cabang Pejagoan

Juara 2 Putri LCTP Kwarran Pejagoan


Juara 3 {Putra LCTP Kwarran Pejagoan 

Juara 3 Kejurprov Sepak Takraw Putri


                                                                Dok : Wids' Collections






Demokrasi, Bentuk Kepedulian dan Kesanggupan Bersama untuk Menuju Keadaan Lebih Baik

Debat dan Orasi Calon Dilanjutkan Pemilihan
Ketua Dan Wakil Ketua OSIS 
SMP Negeri 2 Pejagoan Masa Bakti 2025-2026


Pasangan Calon Ketua Dan Wakil Ketua OSIS
Periode 2025-2026

MARI PILIH PASANGAN CALON 
YANG SESUAI DENGAN HATI NURANI UNTUK 
KEMAJUAN DAN PERKEMBANGAN SEKOLAH KITA





Selasa, 11 November 2025

BERBAGI PRESTASI DI HARI ULANG TAHUN PGRI TAHUN 2025


Mendulang Prestasi Dan Berbagi Jati Diri 
Para Pendidik Dan Tenaga Pendidikan SMP Negeri 2 Pejagoan 
Pada Lomba-Lomba Menyambut Hari Ulang Tahun PGRI
Cabang Pejagoan Tahun 2025 


Matahari belum setinggi galah ketika para Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang mengenakan seragam merah dan beberapa berseragam tim lainya bejajar di depan kantor untuk melakukan persiapan mengikuti lomba-lomba dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun PGRI tahun 2025 PGRI Cabang Pejagoan.
Terasa ada  pemompa semangat yang menjadi gairah bagi mereka untuk berpartisipasi dlam kegiatan tersebut, meski ada beberapa yang usianya mulai beranjak senja. namun dari tatapan mata dan pancaran aura wajah yang berseri-seri, menunjukan kekuatan tekad. Dengan penuh khidmat menundukan kepala seraya berdoa untuk kebaikan dan keberhasilan bersama dalam lomba nanti.


Dalam hitungan detik, mereka menempatkan diri dalam kelompok-kelompok sesuai dengan jenis lomba yang dikuti. Kemudian mulai melakuan pemanasan dan persiapan seperlunya menurut kebutuhan masing-masing dlama lomba nantinya.
Yang mengikuti lomba bola voli bersiaga menuju lapangan tempat berlatih tanding dipimpin langsung oleh Ibu Yusi Utami, S.Pd. selaku koordinator lomba. Untuk yang ikut lomba catur merapat bersama disudut ruang untuk melakukan latihan bersama. Sedangkan yang mengikuti lomba vokal tunggal bersiap-siap dengan perangkat yang dibutuhkan untuk latihan di ruang tersendiri. Untuk peserta lomba tennis meja mulai giat berlatih dihalaman sekolah dengan fasilitas seadanya namun cukup memadai untuk persiapan lomba.


Setelah beberapa hari menunggu sambil melakukan latihan, tibalah saatnya pelaksanaan lomba. Pelaksanaan lomba bertempat dibeberapa lokasi yang berbeda. Karena lokasi yang cukup jauh, para peserta lomba dari SMP negeri 2 Pejagoan berangkat bersama-sama menggunakan sepeda motor masing-masing. Hujan dan panas seolah tak dirasakan oleh mereka demi untuk membawa nama baik sekolah dan berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan. Bahkan terkadang tanpa dukungan amunisi yang mencukupi, mereka rela melakukan itu semua demi sebuah prestise untuk sekolah tercinta.


Waktu berlalu dan semua seolah terbuai dalam keriuhan lomba yang diikuti. Satu-satu lomba telah terlaksana dengan baik. Dan setelah semuanya usai, ada kejutan-kejutan bagi sekolah dengan prestasi-prestasi yang dapat diraih oleh tim lomba dari SMP Negeri 2 Pejagoan yang dipersembahkan oleh tim. Ada surprise yang muncul dari tim lomba catur, karena peserta lomba catur putri yang diwakili oleh Ibu Sri Sugiarti, S.H dapat merebut juara 1. hal ini tentu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi keluaraga besar SMP Negeri 2 Pejagoan. Kemudian disusul denga prestasi yang diraih oleh Tim Bola Voli Putri yang diasuh oleh Ibu Yusi Utami, S.Pd menyabet juara 2 lomba bola voli PGRI Cabang Pejagoan. Tentu saja semua itu tidak terlepas dari pengorbanan dan perjuangan semua yang terlibat. 


Hal ini membuktikan bahwa SMP Negeri 2 Pejagoan memiliki potensi yang menjanjikan, bukan hanya prestasi murid-muridnya namun juga kepiawaian para Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam mengambil manfaat dari proses pembelajaran yang dilakukan. Kecuali mengajar dan mendidik murid, para Pendidik dan Tenaga Kepedidikan dapat melakukan intervensi dalam tugas pokok dan fungsi mereka sebagai anggota PGRI, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung keterlaksanaan program-program dari organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)




                                                                                                                                                       Dok : Wids' Collections'



Minggu, 09 November 2025

Pahlawanku Di Hari Pahlawan

Menyambut Hari Pahlawan Di SMP Negeri 2 Pejagoan
Tahun 2025


Masih terngiang di telinga kita keseruan bersama murid merayakan hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2025 yang lalu. Kini seuntai peristiwa kembali mengisi ruang memori kita untuk mengenang perjuangan anak bangsa dalam mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandangkan Pada Tanggal 17 Agustus 1945 oleh Proklamtor kita Sukarno / Hatta. Hari itu adalah hari yang sangat bersejarah dan memiliki arti yang sangat penting bagi kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu hari Pahlawan.


Tanggal 10 November 1945 telah pecah sebuah peristiwa yang membawa Indonesia kedalam perjalanan mempertahankan kemerdekaan dengan adanya kedatangan pasukan sekutu yang berusaha mendarat di Indonesia. sebenarnya kedatangan pasukan sekutu adalah untuk melucuti senjata pasukan Jepang yang sudah menyerah. Namun karena pasukan tersebut ditunggangi oleh pasukan Belanda (NICA) yang ingin menguasai kembali Indonesia, maka terjadilah pertempuran besar yang melibatkan Tentara Indonesia bersama rakyat melawan tentara Sekutu dalam hal ini Nica. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak, namun bangsa Indoneia tidak gentar dengan kedatangan mereka dan berusaha untuk mengusir mereka dari tanah air Indonesia.


Seiring berjalanya waktu, pertempuran yang kemudian dikenal dengan pertempuran 10 November 1945 dimaknai sebagai Hari Pahlawan yang diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia. Begitu juga di SMP negeri 2 Pejagoan, hari Pahlawan menjadi sangat spesial, meski peringatan dilakukan dengan cara sederhana karena keadaan namun berlangsung khidmat. Pada peringatan kali ini disampaikan oleh pembina upacar agar murid-murid bisa mencontoh dan melanjutkan kegigihan pejuang bangsa yang telah mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dengan harta benda tetapi juga bertaruh nyawa untuk mempertahankan agar Indonesia tetap merdeka. 


Dalam pesan-pesan yang disampaikan tersirat maksud yang mendalam akan kesadaran yang perlu ditanamkan pada diri para murid untuk teguh dan bersemangat dalam belajar menuntut ilmu agar kelak dikemudian hari dapat menyumbangkan tenaga dan pikiranya kepada negri tercintanya, Indonesia seperti yang dilakukan oleh para pahlawan..
Diharapkan murid selalu fokus pada apa yang menjadi tujuan belajar mereka untuk menuntut ilmu dalam usaha  mereka menggapai cita-cita, meraih masa depan yang gemilang. Tidak lupa pula dismpaikan agar murid dapat menjadi suri tauladan bagi murid yang lain baik dalam prestasi maupun akhlak dan perbuatan mereka. Karena setinggi apapun kemampuanya, jika tidak berakhlak mulia, maka kepandaianya hanya untuk dunianya saja.


Sebagai bentuk apresiasi atas kesadaran murid-murid dalam mengikuti upacara peringatan hari Pahlawan, juga disampaikan kuis-kuis berhadiah yang dipimpin oleh Bapak Agus Eko Purwono, S.Pd. Pada kesempatan tersebut, beliau menceritakan sejarah singkat peristiwa pengibaran bendera merah putih di hotel Yamato Surabaya oleh para pemuda pejuang Indonesia. Kemudian setelah selesainya penyampaian sejarah singkat tersebut, Bapak Agus Eko Purwono memberikan kuis berhadiah kepada para murid.
Dengan sangat antusias murid-murid menyambut dan memberikan respon positif atas kuis-kuis tersebut, dan mereka yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.


Sebagai penutup acara tepat 08.15 seluruh peserta upacara mengheningkan cipta bersama untuk mendoakan arwah para pahlawan bangsa. Tidak lupa pula doa sebagai wujud permohanan kepada sang Khaliq agar seluruh keluarga besar SMP Negeri 2 Pejagoan senantiasa sehat, selamat dan sukses dilantunkan dengan imam Bapak Kyai Drs. Jumaroh. Usai doa seluruh peserta upacara menyanyikan lagu Gurur Bunga sebagai bentuk pengingat perjuangan para pahlawan yang sudah memberikan kemerdekaan kepada kita semua, sehingga akan senantiasa menyadari bahwa kemerdekaan ini adalah hasil perjuangan para pahlawan dan bukan atas pemberian siapapun maupun atas jasa seseorang.
Selamat Hari Pahlawan tahun 2025, jayalah Indonesiaku, bahagialah Pahlawanku disisi sang Khaliq menjadi penghias surga-Nya.







                                                                                                                                                                                                                    Dok : Wids' Collections 

Jumat, 31 Oktober 2025

Ajangsana Komite Sekolah Beserta Unsur Sekolah

Anjangsana Ke Bapak Salamun Di Kebakalan 
dan
Keluarga Almarhum Bapak Sugiri Di Peniron



Sebagai wujud penghargaan atas jasa dan sumbangsih kepada SMP Negeri 2 Pejagoan selama bertahun-tahun memnjabat sebagai Ketua dan Pengurus Komite SMP Negeri 2 Pejagoan, pada kesempatan yang sangat berharga sekolah bersama dengan Unsur Komite  Sekolah berkunjung ke dalem dua orang sesepuh Komite sekolah. Beliau adalah dua orang pejuang yang sudah sejati yang sudah memberikan kontribusi yang tidak dapat dihitung dengan jari karena sedemikian banyaknya jasa keduanya dalam merintis dan mengembangkan SMP Negeri 2 Pejagoan.


Kedua kasepuhan ini mempunyai peranan yang sangat penting di dalam ikut serta memajukan sekolah, dimana dari beleiau berdualah sehingga SMP negeri 2 Pejagoan menjadi sekolah yang dapat dibanggakan. Dari rintisan bapak Sugiri yang waktu itu menjabat sebagai Carik di desa Peniron, SMP Negeri 2 Pejagoan mengalami banyak kemajuan baik di bidang penyelenggaraan pembelajran sampai pada suasana pendidikan yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Desa Peniron. Dengan pendampingan beliau, SMP Negeri 2 Pejagoan berhasil memperoleh lahan untuk keberlanjutan keberadaan bangunan sekolah yang sampai sekarang kita nikmati bersama. 


Dari segi keamanan dan konsolidasi dengan pihak masyarakat, Bapak Salamun memiliki kepiawaian yang sudah teruji dan tidak diragukan lagi. Sebagai seorang purnawirawan Angkatan Laut yang telah bertugas melanglang buana menjadi salah satu  kelebihan beliau sehingga dapat memahami suasana masyarakat terutama di bidang pendidikan. Meski diusia senja, semngat beliau untuk memberikan sumbangsih terhadap kemajuan SMP Negeri 2 Pejagoan tidak pernah surut. Dengan motivasi-motivasinya selalu berusaha memberikan dukungan moral ke[pada penyelenggara pembelajaran di SMP Negeri 2 Pejagoan.


Dimata masyarakat dan sekolah kedua sosok ini adalah sosok-sosok yang sangat dikagumi dan dihormati karena kemampuan beliau berdua dalam memberikan kontribusi kepada sekolah. Mengayomi dan menentramkan warga sekolah ketika sedang ada permasalahan menjadi momen yang tak pernah terlewatkan. Sedemikaian dekatnya sosok mereka sampai pada suatu ketika sekolah harus kehilangan keduanya. Bapak Sugiri meninggal dunia diawal tahunpelajaran 2024/2025 yang lalu karena gerah yang sudah akut. sedangkan Bapak Salamun menghendaki mengundurkan diri dari Kepengurusan Komite sekolah karena kesehtan yang mulai menurun dan usia yang sudah merambah senja. Keluarga besar SMP negeri 2 Pejagoan begitu kehilangan dan berharap meski beliau berdua sudah tidak berada diantara kami, mereka tetap akan menginspirasi dan memberikan dorongan semangat dalam menghadapi berbagai masalah sekolah yang kadang-kadang muncul.


Menjadi sebuah kenangan indah bagi SMP negeri 2 Pejagoan pernah bersama-sama dengan kedua sesepuh ini, dan sepeninggal beliau berdua, semoga akan muncul pioner-pioner masyarakat yang dapat menggantikan posisinya sebagai sosok yang memiliki kepribadian dan loyalitas kepada sekolah untuk membimbing sekolah menjadi lebih maju. 


Dok : Wids' Collecetions




Senin, 27 Oktober 2025

Memperingati Hari Sumpah Pemuda

 Hari Sumpah Pemuda 2025, 
Teladan dan Inspirasi Bagi Pemuda Masa Kini 
Dalam Mempersiapkan Generasi Emas Tahun 2045 
serta Ikut  Membangun Peradaban Bangsa dan Negara.

Menjelang terkuaknya kabut di atas langit SMP Negeri 2 Pejagoan yang biasa mengiringi datangnya pagi, terlihat sosok-sosok lugu namun perkasa menembus pekatnya dingin pagi hari yang menyelimuti, mengantarkan anak-anak bangsa di daerah pinggiran ini menuju meja belajar untuk mengukir prestasi dan menggapai cita-cita. 
Tawa riang dan canda dibalut sapaan yang tawadhuk menyeruak diantara pertemuan murid dengan gurunya yang menyambut kedatangan para pejuang masa kini menghadiri majlis ilmu yang siaga mendampingi mereka untuk mewujudkan harapan.


Dari sudut-sudut desa yang kadang sulit dijangkau meski dengan jalan kaki, lebih-lebih oleh kendaraan bermotor, murid-murid SMP Negeri 2 Pejagoan mendatangi tempat belajar mereka dengan segenggam tekad untuk meujudkan impianya mengisi kehidupan di kemudian hari. Terlihat dalam raut muka tulus keinginan para murid penuh harap akan memperoleh fasilitasi dari para guru yang  akan membimbing mereka mengupas keindahan ilmu pengetahuan dan tekhnologi di bangku sekolahnya. Tak ketinggalan pula pembetukan karakter yang seimbang dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sebagai bentuk akhir dari proses pembelajaran yang dikehendaki bersama.





















Angin semilir membisikan irama alam yang menyentuh relung hati, membuat semangat bangkit dari keterlelapan akan buaian kemanjaan, para murid bersiaga melaksanakan segala bentuk kegiatan pembelajaran baik akademis maupun non akademis yang disajikan. Mereka sadar bahwa apa yang disampaikan para guru di bangku kelas merupakan kunci menuju pengetahuan akan kehidupan mereka di masa depan. Oleh karenanya , dengan takdim para  murid-murid memperhatikan apa yang disampaikan oleh gurunya dengan dilandasi keikhlasan.


Dan hari ini, 28 Oktober 2025, adalah saat dimana 97 tahun yang lalu para pemuda Indonesia membuka mata hati dan pikiran semua orang, bahwa persatuan dan kesatuan bangsa sangat dibutuhkan dalam menghadapi perubahan jaman dan perkembangan tekhnologi. Apa yang menjadi keputusan dalam konggres pemuda saat itu menjadi teladan dan inspirasi bagi para murid di SMP Negeri 2 Pejagoan untuk terus menggaungkan jiwa-jiwa kesatuan dan persatuan bangsa agar tidak mudah dipecah belah yang berakibat kerugian pada bangsa ini. Menginsafi akan semua itu, tumbuhlah tekad dan semangat juang para murid untuk ikut serta  melestarikan semangat dan kejuangan para pemuda yang digulirkan pada waktu itu.


Sumpah Pemuda menjadi teladan dan inspirasi yang menggugah semangat murid-murid SMP Negeri 2 Pejagoan, sehingga menyadari bahwa segala keberhasilan dan kesuksesan dalam menggapai cita tidak cukup hanya dengan angan-angan, namun butuh konsistensi dalam memperjuangkanya. Dan semua itu, pagi ini telah terucap dalam sebuah ikrar suci yang muncul dari relung hati para murid untuk kembali melabuhkan hati pada impian Sumpah Putra Putri Indonesia kala itu sembari merangkai kembali kebersamaan dalam keberagaman dalam menggapai hasrat menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama.


Sederhana dan bersahaja, menjadi pola kehidupan yang ditanamkan dalam keseharian di SMP Negeri 2 Pejagoan. Ini dimaksudkan agar para murid dapat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang diajarkan sebagai pelengkap proses pembelajaran. Ketika murid-murid memiliki kepribadian yang kuat, maka akan lebih mudah bersosialisasi denga berbagai eleman yang ada dlama masyarakat. Manakala mereka memiliki karakter yang tidak tergoyahkan oleh perkembangan jaman dan tekhnologi, maka mereka akan mempunyai nilai tawar yang tinggi dan mampu bersaing di kelanjutan studinya ataupun dunia kerja nantinya. Oleh karena itu, sifat-sifat dasar yang dibawa dari pembiasaan di sekolah agar dilestarikan sehingga dalam dirinya terdapat kekuatan yang disebut inner beauty yang mampu mengatasi permasalahan yang muncul dikemudian hari pada kehidupan mereka. Tidak mudah menyerah dan putus asa.





 

Dok : Wids' Collections