Senin, 27 Oktober 2025

Memperingati Hari Sumpah Pemuda

 Hari Sumpah Pemuda 2025, 
Teladan dan Inspirasi Bagi Pemuda Masa Kini 
Dalam Mempersiapkan Generasi Emas Tahun 2045 
serta Ikut  Membangun Peradaban Bangsa dan Negara.

Menjelang terkuaknya kabut di atas langit SMP Negeri 2 Pejagoan yang biasa mengiringi datangnya pagi, terlihat sosok-sosok lugu namun perkasa menembus pekatnya dingin pagi hari yang menyelimuti, mengantarkan anak-anak bangsa di daerah pinggiran ini menuju meja belajar untuk mengukir prestasi dan menggapai cita-cita. 
Tawa riang dan canda dibalut sapaan yang tawadhuk menyeruak diantara pertemuan murid dengan gurunya yang menyambut kedatangan para pejuang masa kini menghadiri majlis ilmu yang siaga mendampingi mereka untuk mewujudkan harapan.


Dari sudut-sudut desa yang kadang sulit dijangkau meski dengan jalan kaki, lebih-lebih oleh kendaraan bermotor, murid-murid SMP Negeri 2 Pejagoan mendatangi tempat belajar mereka dengan segenggam tekad untuk meujudkan impianya mengisi kehidupan di kemudian hari. Terlihat dalam raut muka tulus keinginan para murid penuh harap akan memperoleh fasilitasi dari para guru yang  akan membimbing mereka mengupas keindahan ilmu pengetahuan dan tekhnologi di bangku sekolahnya. Tak ketinggalan pula pembetukan karakter yang seimbang dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sebagai bentuk akhir dari proses pembelajaran yang dikehendaki bersama.





















Angin semilir membisikan irama alam yang menyentuh relung hati, membuat semangat bangkit dari keterlelapan akan buaian kemanjaan, para murid bersiaga melaksanakan segala bentuk kegiatan pembelajaran baik akademis maupun non akademis yang disajikan. Mereka sadar bahwa apa yang disampaikan para guru di bangku kelas merupakan kunci menuju pengetahuan akan kehidupan mereka di masa depan. Oleh karenanya , dengan takdim para  murid-murid memperhatikan apa yang disampaikan oleh gurunya dengan dilandasi keikhlasan.


Dan hari ini, 28 Oktober 2025, adalah saat dimana 97 tahun yang lalu para pemuda Indonesia membuka mata hati dan pikiran semua orang, bahwa persatuan dan kesatuan bangsa sangat dibutuhkan dalam menghadapi perubahan jaman dan perkembangan tekhnologi. Apa yang menjadi keputusan dalam konggres pemuda saat itu menjadi teladan dan inspirasi bagi para murid di SMP Negeri 2 Pejagoan untuk terus menggaungkan jiwa-jiwa kesatuan dan persatuan bangsa agar tidak mudah dipecah belah yang berakibat kerugian pada bangsa ini. Menginsafi akan semua itu, tumbuhlah tekad dan semangat juang para murid untuk ikut serta  melestarikan semangat dan kejuangan para pemuda yang digulirkan pada waktu itu.


Sumpah Pemuda menjadi teladan dan inspirasi yang menggugah semangat murid-murid SMP Negeri 2 Pejagoan, sehingga menyadari bahwa segala keberhasilan dan kesuksesan dalam menggapai cita tidak cukup hanya dengan angan-angan, namun butuh konsistensi dalam memperjuangkanya. Dan semua itu, pagi ini telah terucap dalam sebuah ikrar suci yang muncul dari relung hati para murid untuk kembali melabuhkan hati pada impian Sumpah Putra Putri Indonesia kala itu sembari merangkai kembali kebersamaan dalam keberagaman dalam menggapai hasrat menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama.


Sederhana dan bersahaja, menjadi pola kehidupan yang ditanamkan dalam keseharian di SMP Negeri 2 Pejagoan. Ini dimaksudkan agar para murid dapat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang diajarkan sebagai pelengkap proses pembelajaran. Ketika murid-murid memiliki kepribadian yang kuat, maka akan lebih mudah bersosialisasi denga berbagai eleman yang ada dlama masyarakat. Manakala mereka memiliki karakter yang tidak tergoyahkan oleh perkembangan jaman dan tekhnologi, maka mereka akan mempunyai nilai tawar yang tinggi dan mampu bersaing di kelanjutan studinya ataupun dunia kerja nantinya. Oleh karena itu, sifat-sifat dasar yang dibawa dari pembiasaan di sekolah agar dilestarikan sehingga dalam dirinya terdapat kekuatan yang disebut inner beauty yang mampu mengatasi permasalahan yang muncul dikemudian hari pada kehidupan mereka. Tidak mudah menyerah dan putus asa.





 

Dok : Wids' Collections



Tidak ada komentar:

Posting Komentar